Mayat Dicor Dimutilasi Jadi 4 Bagian Di Depot Air Isi Ulang, Semarang

 

Foto: Lokasi Mayat Dicor Dimutilasi Jadi 4 Bagian



Berita Dunia - Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan polisi yang melakukan evakuasi mendapati jenazah sudah terpotong, Mayat yang ditemukan di depot air isi ulang, Jalan Mulawarman, Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, ternyata dimutilasi. Mayat korban dimutilasi menjadi empat bagian.

Pelaku diduga memutilasi korban sebelum jenazahnya dicor.


"Setelah digali, diduga korban ini sebelumnya sudah dimutilasi. Dipotong tangan kanan, tangan kiri, kemudian kepala terpisah. Ada empat bagian," kata Irwan di kawasan Jalan Pahlawan Semarang.


Irwan menjelaskan penyelidikan masih terus dilakukan. Satu orang dengan status saksi masih dimintai keterangan untuk mengungkapkan kasus tersebut.


"Sudah amankan satu saksi. Statusnya saksi. Pemeriksaan untuk kembangkan kasus ini," tegasnya.


Untuk diketahui, sekitar pukul 12.00 WIB korban ditemukan di tempat air isi ulang AHS Arga Tirta, Jalan Mulawarman Raya, Kelurahan Kramas, Tembalang, Semarang. Korban yang merupakan pemilik usaha itu ditemukan dalam kondisi dicor.


"Korban atas nama Irwan Hutagalung. Yang bersangkutan pemilik usaha. Dia memiliki beberapa karyawan. Jadi dari Jumat (5/5) sampai hari ini usaha air minumnya tidak beroperasi. Kemudian masyarakat mencium bau menyeruak kemudian lapor ke polisi," jelas Irwan.



Pemilik ruko tempat air isi ulang itu, Is Margono (50) menceritakan detik-detik penemuan mayat itu.

Sebagai informasi, korban yang dicor diduga adalah pemilik depot air isi ulang itu. Pria itu diketahui mengontrak ruko milik Is Margono sejak 2,5 tahun lalu.


"Per tiga tahun, nanti Januari kan habis," kata Iis Margono saat ditemui di rumahnya yang berada di belakang TKP penemuan mayat,



Awalnya, Margono didatangi oleh Yuli, mantan pegawai pemilik depot air isi ulang yang disebut bernama Iwan itu. Yuli merasa curiga karena mencium bau busuk dan telah beberapa hari tak melihat majikannya, Iwan.


"Nggak ketemu Pak Iwan empat hari ini, dihubungi nggak bisa, ini kok bau bangkai," kata Iis Margono mengulang percakapannya dengan Yuli.


Dia bersama suaminya lalu membuka depot air isi ulang itu. Kemudian suaminya menemukan ada kaki di lokasi yang tercium bau menyengat itu.


Hingga kini keduanya belum bisa memastikan apakah itu mayat pemilik depot air isi ulang yang dimaksud. Suaminya saat ini juga sedang dimintai keterangan oleh polisi.


Iis Margono mengaku sudah mencium bau bangkai sejak Sabtu (6/5) lalu. Namun dia tak berpikir jika itu adalah bau bangkai manusia.


"Bau itu sudah mulai Sabtu," katanya.


Pemilik depot air isi ulang itu disebut sehari-hari tinggal di sana bersama seorang pegawainya yang bernama Husein. Berdasarkan cerita mantan pegawai yang melapor, Margono menyebut Husein terakhir kali terlihat pada Sabtu (6/5) malam.


"Rewange (pegawainya) Pak Iwan itu namanya Pak Husein, baru kerja sebulan, nah ketemu itu malam Minggu," ujarnya.


Saat itu, Husein bertemu dengan Yuli untuk menyerahkan kunci depot air isi ulang tersebut. Husein juga pamit untuk ke luar kota.


"Nyerahin kunci ke Mbak Yuli, 'Bu ini kuncinya Pak Iwan'. 'Lah kok kamu pulang apa nggak pamit sama Pak Iwan?', 'Sudah kemarin Jumat sudah pamit aku'," kata Margono menirukan percakapan antara Yuli dan Husein.



Polisi masih memeriksa saksi termasuk keluarga korban yang selama ini hidup terpisah. Selain itu juga dicari tahu apakah ada barang korban yang hilang.

Tidak ada komentar: