Viani, mantan Direktur PSI, bergabung dengan Gerindra: Prabowo Terbaik Tahun 2024

 




Berita Dunia - Eks kader PSI Viani Limardi bergabung dengan Gerindra dan mendukung kutua umum Gerindra, Prabowo Subianto, dalam upayanya mencalonkan diri pada Pilpres 2024. Menurutnya, Prabowo bukanlah sosok yang diskriminatif.



Jadi kenapa saya gabung Gerindra? Bukan kenapa saya pilih Prabowo, kenapa saya gabung Gerindra? Karena saya putuskan orang terbaik Indonesia 2024-2029  adalah Pak Prabowo," kata Viani Limardi di komunitas "Hopeng Prabowo" diskusi. acara  di Kebon Jeruk, Jakarta Barat,


Viani yakin Prabowo tak akan rasis dan diskriminatif. Dia mengungkit Prabowo kerap mendiami daerah-daerah dan mampu beradaptasi.


Saya pernah juga tinggal di Amerika, saya pernah tinggal di China, saya merasakan, pada waktu saya tinggal di suatu negara tumbuhlah apa, tumbuhlah rasa simpati, rasa sayang terhadap tempat-tempat yang pernah menjadi persinggahan atau tempat tinggal saya, sehingga secara logika menurut saya, Pak Prabowo pernah tinggal di situ dan bertumbuh di situ bisa menguasai bahasa setempat, kira-kira orang ini akan menjadi rasis nggak? Orang ini akan menjadi diskriminatif nggak? Nggak akan menurut saya, itu secara logika psikologi," ujarnya



Viani menilai  pandangan Prabowo bertentangan dengan pandangan para aktivis dan merupakan pandangan tidak masuk akal. Ia mengatakan, Prabowo merupakan orang pertama yang  mendirikan lembaga swadaya masyarakat (LSM). 


Pak Prabowo pendiri LSM pertama  di Indonesia, gerakannya apa, gerakan aktivisnya? yang pertama, Pak Prabowo-lah yang membawa dan melatihnya di Indonesia. Jadi menurut saya, kalau ada yang bilang, "Wah, Pak Prabowo mau tidak mau melakukan itu, dengan aktivis seperti ini, dengan aktivis seperti itu." Saya kira itu tidak masuk akal,” katanya.



Kader Gerindra dan Anggota perhimpunan advokat Indonesia Dedi Sutanto mengatakan calon presiden harus punya strategi, bukan hanya pandai beretorika. Ia menilai Prabowo merupakan calon presiden yang paling cocok menggantikan Presiden Joko Widodo.



Kalau kita tanya siapa pemimpin yang tepat untuk melanjutkan, kita harus mempertimbangkan banyak aspek, karena lima bulan lagi Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi. Kita perlu betul-betul melihat pemimpin mana yang tangguh, bukan sekedar fasih, pemimpin mana yang mampu. Strateginya harus ada, karena lagi-lagi kalau  bicara nilai seorang pemimpin  itu didasarkan pada banyak faktor yang perlu diperhatikan. “Kalau saya lihat jelas, saya Pak Prabowo,” kata Dedi. 



Dedi mengatakan, Prabowo adalah pemimpin yang tulus untuk Indonesia. Menurutnya, Prabowo juga sudah lama mengabdi pada Indonesia.



Karena saya lihat gambaran Pak Prabowo ya, menurut Pak Habibie, dialah orang yang paling ikhlas untuk Indonesia. Saya lihat Pak Prabowo, pemimpin yang sudah lama abadi untuk Indonesia. Menurut saya, yang bisa meneruskannya. Kepemimpinan Pak Joko Widodo adalah Pak Prabowo melalui tekad, strategi, dan faktor lainnya,” kata anggota Asosiasi Hak Kekayaan Intelektual Indonesia ini.


Cendekiawan Budha Indonesia (KCBI) Eric Fernando mengatakan, Prabowo juga memberikan ruang bagi kelompok minoritas. Ia mengatakan, hal itu terlihat dari organisasi sayap Partai Gerindra yang ditujukan untuk kelompok minoritas.



Tapi yang saya pelajari dari pimpinan Pak Prabowo selama ini adalah Pak Prabowo  satu-satunya ketua umum partai politik yang menjadi wadah bagi kelompok minoritas. Biasanya parpol punya sayap ya? Partai Gerindra  satu-satunya partai yang punya sayap.” .”…untuk umat Hindu, Budha, dan penganutnya,” kata Eric.


Baca Juga : Putri YouTuber Farida Nurhan, Dhyaz, menanggapi tuduhan Doxing untuk membela diri setelah terseret masalah ibunya.


Baca Juga : Situs Slot Gacor Deposit Dana Tanpa Potongan Terpercaya

Tidak ada komentar: