Jakarta Malam Ini: Halte dan Gerbang Tol Dibakar, Transum Disetop Akibat Demonstrasi
Berita Dunia - Demonstrasi di beberapa titik di ibu kota berubah ricuh malam ini. Massa dilaporkan membakar sejumlah fasilitas publik, termasuk halte TransJakarta dan gerbang tol, sehingga mengganggu operasional transportasi umum (transum) seperti TransJakarta dan sebagian layanan MRT.
Lokasi dan Korban Rusak
Per pukul 22.38 WIB, dua halte TransJakarta dan satu gerbang tol sudah dibakar massa. Halte TransJakarta yang menjadi sasaran adalah halte di depan Polda Metro Jaya, halte Pasar Senen (Toyota Rangga), serta Halte Sentral Senen.
Halte di depan Polda Metro Jaya hangus dilalap api pada sekitar pukul 20.56 WIB setelah sebelumnya dirusak. Di lokasi tersebut, asap hitam tampak membumbung tinggi hingga mengganggu pandangan.
Tak hanya itu, dua halte di kawasan Senen Halte Toyota Rangga dan Halte Sentral Senen juga diserang massa. Api berkobar hebat dan kepulan asap memenuhi area.
Transportasi Terhenti, Keamanan Terancam
Dampak lanjut dari aksi ini adalah penghentian operasi TransJakarta dan sebagian besar jalur MRT. MRT Jakarta menghentikan layanan lebih awal karena vandalisme dan potensi membahayakan keselamatan penumpang dan petugas.
Sementara itu, TransJakarta menyampaikan keprihatinannya atas vandalisme dan pembakaran fasilitas publik. Mereka menghimbau masyarakat untuk bersama menjaga fasilitas bersama agar manfaatnya dapat dinikmati secara berkelanjutan.
Aksi Massa dan Respons Penegak Hukum
Demonstrasi yang semula berlangsung damai kemudian merembet menjadi aksi vandalisme. Massa terlihat menyerang halte dengan melemparkan batu bahkan menggunakan molotov. Polisi merespons dengan water cannon dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Situasi di sekitar Polda Metro Jaya menjadi mencekam, dan kepadatan lalu lintas pun meningkat drastis. Ruas-ruas jalan di Sudirman hingga Senen terlihat macet, membuat mobilitas warga terganggu.
Catatan dan Harapan Pemulihan
Insiden ini menjadi bukti bagaimana demonstrasi yang awalnya mengusung aspirasi sosial bisa luput kendali menjadi destruktif. Kerusakan fasilitas publik memicu biaya perbaikan dan menurunkan aksesibilitas warga.
Publik berharap agar pengamanan lebih efektif diterapkan serta penyediaan fasilitas alternatif dilakukan sementara agar layanan publik tetap berjalan. Pihak berwenang diharapkan segera memulihkan operasional transportasi untuk menjamin keamanan dan kelancaran warga Jakarta.
Tidak ada komentar: